Laporan Praktikum Akhir Dasar Dasar Agronomi DDA Dagsron Komoditi Kacang Kedelai

KATA PENGANTAR

            Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas limpahan rahmat dan hidayahnya sehingga kami dapat menyelesaikan Laporan akhir mata kuliah Dasar Dasar Agronomi kami yang berjudul “Budidaya Tanaman Kacang Kedelai. Pada makalah ini kami banyak mengambil dari berbagai sumber dan refrensi dan pengarahan dari berbagai pihak . Oleh sebab itu, dalam kesempatan ini kami mengucapkan terima kasih sebesar-sebesarnya kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan makalah ini.
Penyusunan menyadari sepenuhnya bahwa makalah ini sangat jauh dari sempurna, untuk itu kami sangat mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun guna kesempurnaan laporan ini.
Akhir kata penyusun mengucapkan terima kasih dan semoga makalah ini dapat bermanfaat untuk semua pihak yang membaca…
           




Bengkulu, 21 Mei 2018






Bagas Prama
Npm.E1J017129
                       


BAB IPENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Dasar-dasar agronomi merupakan mata kuliah yang berisi tentang tekhnik budidaya pertanian, pengenalan fator-faktor produksi serta pengaruhnya terhadap pertumbuhan tanaman. Praktikum Dasar-Dasar Agronomi merupakan kegiatan lapangan yang dilaksanakan sebagai aplikasi dari teori-teri yang diberikan dalam perkuliahan sesuai dengan materi pokok perkuliahan.
Kedelai merupakan tanaman asli Daratan Cina dan telah dibudidayakan oleh manusia sejak 2500 SM. Sejalan dengan makin berkembangnya perdagangan antarnegara yang terjadi pada awal abad ke-19, menyebabkan tanaman kedalai juga ikut tersebar ke berbagai negara tujuan perdagangan tersebut, yaitu Jepang, Korea, Indonesia, India, Australia, dan Amerika. Kedelai mulai dikenal di Indonesia sejak abad ke-16. Awal mula penyebaran dan pembudidayaan kedelai yaitu di Pulau Jawa, kemudian berkembang ke Bali, Nusa Tenggara, dan pulaupulau lainnya. Pada awalnya, kedelai dikenal dengan beberapa nama botani, yaitu Glycine soja dan Soja max. Namun pada tahun 1948 telah disepakati bahwa nama botani yang dapat diterima dalam istilah ilmiah, yaitu Glycine max (L.) Merill.
Kedelai merupakan komoditas tanaman pangan penting selain padi, jagung, dan kacang tanah. Kadar protein kedelai sekitar 40%, cukup tinggi dibandingkan dengan kacang tanah, beras dan jagung. Menurut Taufik (2004), biji kedelai juga mengandung karbohidrat, lemak, fosfor, besi, kalsium, vitamin B, dan komposisi asam amino lengkap. Kedelai dapat digunakan sebagai bahan baku berbagai industri makanan, minuman, pupuk hijau, dan pakan ternak. Peranan komoditas kedelai sebagai bahan makanan, bahan baku industri, dan bahan pakan ternak cukup besar dalam mencukupi kebutuhan protein. Sementara produksi hewani belum mencukupi, maka kebutuhan protein yang diperlukan masyarakat setiap harinya bisa terpenuhi.
Tanaman kacang kedelai ( Glycine max (L.) Merr) ialah komoditas tanaman pangan yang penting di Indonesia sebagai sumber utama protein nabati. Biji kedelai umumnya mengandung sekitar 40 sampai 43 persen protein, cukup tinggi dibandingkan protein kacang tanah yang hanya 20 persen, beras dan jagung masing-masingnya 10 persen. Selain sebagai sumber protein nabati kedelai juga mengandung kalsium, fosfor, besi, vitamin A dan B yang berguna bagi pertumbuhan tubuh manusia (Lamina, 1989). Tanaman kedelai (Glycine max) ini telah lama diusahakan di Indonesia khususnya Pulau Jawa dan Bali, kedelai sudah lama ditanam sejak tahun 1758. Konsumsi kedelai di Indonesia setiap tahun makin meningkat sejalan dengan pertambahan jumlah penduduk. Kenaikan konsumsi ini tidak dapat dikejar oleh produksi dalam negeri sehingga masih ditutup dengan impor. Pada tahun 2011 konsumsi kedelai dalam negeri tercatat 14,31 juta ton. Sedangkan produksi hanya mencapai 2,9 juta ton (Badan Pusat Statistik, 2011)
        Indonesia merupakan salah satu negara yang tergantung pada penggunaan kedelai sebagai sumber protein nabati utama. Sampai saat ini, kebutuhan kedelai nasional masih didukung oleh impor dari negara lain seperti Amerika dan Argentina. Hal ini menyebabkan pemboroskan devisa,serta mempengaruhi pasar dalam negeri yang mengakibatkan kurangnyaminat petani untuk menanam kedelai, sehingga lapangan kerja dan nilai tukar petani menjadi berkurang. Ditingkat petani, kedelai masih dianggap sebagai tanaman sampingan, tanaman sela atau tanaman untung-untungan. Untuk mengatasi hal tersebut, maka upaya peningkatan   produksi kedelai  perlu diikuti dengan usaha menyadarkan petani menjadi profesional dalam berusahatani.
Dengan adanya praktikum lapangan ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman mahasiswa terhadap teori-teori tentang tehnik budidaya yang diajarkan. Melalui pelaksanaan praktikum Dasar-Dasar Agronomi ini, mahasiswa mendapatkan dan dapat melakukan kegiatan budidaya kacang kedelai dengan baik mulai dari pengolahan tanah, penanaman, pemupukan, dan pemeliharaan.

1.2. Tujuan

Untuk mengetahui pertumbuhan dan perkembangan tanaman kacang kedelai mulai dari persiapan lahan, pengatur jarak tanam, penanaman, pemupukan, perawatan, sampai pada pemanenan.

BAB IITINJAUAN PUSTAKA

Kedelai (Glycine max L. Merr) adalah tanaman semusim yang diusahakan pada musim kemarau, karena tidak memerlukan air dalam jumlah besar. Kedelai merupakan sumber protein, dan lemak, serta sebagai sumber vitamin A, E,K, dan beberapa jenis vitamin B dan mineral K, Fe, Zn, dan P. Kadar protein kacangkacangan berkisar antara 20-25%, sedangkan pada kedelai mencapai 40%. Kadar protein dalam produk kedelai bervariasi misalnya, tepung kedelai 50%, konsentrat protein kedelai 70% dan isolat protein kedelai 90% (Winarsi, 2010) .
Sistematika kedelai menurut (Adisarwanto, 2010) diklasifikasikan sebagai berikut:
Kingdom         : Plantae
Divisi               :Spermatophyta
Sub-divisi        :Angiospermae
Kelas               :Dicotyledoneae
Ordo                : Rosales
Famili              :Leguminoceae
Subfamili         :Papilionaceae
Genus             : Glycine
Species            :Glycine max L.
Kedelai (Glycine max Linn) diduga berasal dari Cina bagian utara, Mancuria, dan Korea kemudian menyebar ke negara-negara lain di sekitarnya, misalnya Jepang, Taiwan, Cina bagian selatan, Thailand, India bagian utara dan Indonesia (Suprapti, 2008). Masyarakat Cina telah membudidayakan kedelai sejak berabad – abad tahun yang lalu. Di Cina, kedelai dianggap sebagai salah satu dari lima macam tanaman terpenting dalam kehidupan masyarakat.
Buah kedelai disebut buah polong seperti buah kacang-kacangan lainnya. Setelah tua, warna polong ada yang cokelat, cokelat tua, cokelat muda, kuning jerami, cokelat kekuning-kuningan, cokelat keputihan-putihan, dan putih kehitam-hitaman. Jumlah biji setiap polong antara 1 sampai 5 buah. Permukaan ada yang berbulu rapat, ada yang berbulu agak jarang. Setelah polong masak, sifatnya ada yang mudah pecah, ada yang tidak mudah pecah,tergantung varietasnya (Darman, 2008).
            Biji kedelai merupakan biji berkeping dua yang terbungkus oleh kulit biji. Embrio terletak diantara keping biji. Warna kulit biji bermacam-macam ada yang kuning, hitam, hijau atau cokelat. Pusar biji (hilium) adalah jaringan bekas biji kedelai yang menempel pada dinding buah. Bentuk biji kedelai umumnya bulat lonjong; ada yang bundar atau bulat agak pipih. Besar biji bervariasi, tergantung varietas kedelainya (Septiatin, 2012).
Biji kedelai memiliki bentuk, ukuran, dan warna yang beragam, bergantung    pada varietasnya. Bentuknya ada yang bulat lonjong, bulat, dan bulat agak pipih. Warnanya ada yang putih, krem, kuning, hijau, cokelat, hitam, dan sebagainya. Warna-warna tersebut adalah warna dari kulit bijinya. Ukuran biji ada yang berukuran kecil, sedang, dan besar. Namun, di luar negeri, misalnya di Amerika dan Jepang biji yang memiliki bobot 25 g/100 biji dikategorikan berukuran besar (Prabowo, 2013)
            Menurut (Sukmawati, 2013)Tanaman kedelai berakar tunggang. Struktur akar tanaman kedelai terdiri atas akar lembaga (radikula), akar tunggang (radix primaria), dan akar cabang (radix lateralis) berupa akar rambut. Pada tanah gembur akar kedelai dapat sampai kedalaman 150 cm. Pada akarnya terdapat bintil-bintil akar, berupa koloni dari bakteri Rhizobium japonikum. Pada tanah yang mengandung bakteri Rhizobium, bintil akar mulai terbentuk sekitar 15-20 hari setelah tanam 
Salah satu kekhasan dari sistem perakaran tanaman kedelai adalah adanya interaksi simbiosis antara bakteri nodul akar (Rhizobium japanicum) dengan akar tanaman kedelai yang menyebabkan terbentuknya bintil akar. Bintil akar sangat berperan dalam proses fiksasi Nitrogen yang sangat dibutuhkan tanaman kedelai untuk kelanjutan pertumbuhannya (Sarwanto, 2008).
Rhizobium menginfeksi akar leguminoceae melalui ujung-ujung bulu akar yang tidak berselulose, karena bakteri ini tidak dapat menghidrolisis selulose. Bakteri yang masuk kedalam sel akar rambut akan membentuk benang infeksi pada sitoplasma sel akar, yang kemudian  menyatu dengan dinding sel akar. Benang infeksi yang mengandung bakteri yang telah membelah diri, menembus lapisan korteks dan merangsang pembentukan sel primordia bintil akar (jaringan nodula). Selanjutnya sel-sel primordia bintil akar dan sel-sel disekitanya yang tidak terinfeksi akan membelah dan menggandakan diri, selanjutnya berdifferensiasi dan berkembang membentuk bintil-bintil (Chaniago, 2011).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tiap hektar lahan yang ditanaman kacang kedelai dapat menghasilkan 198 kg bintil akar per tahun atau setara dengan 440 kg pupuk urea. Jumlah nitrogen yang dapat ditambat bakteri ini berkisar 40-70% dari seluruh nitrogen yang dibutuhkan tanaman.Pada tanah yang belum atau telah lama tidak ditanami kacang-kacangan biasanya populasi mikrobia penambat N sedikit.Oleh karenanya tanah yang belum pernah ditanamami kacangan maka perlu dikembangkan teknik inokulasi Rhizobium (Malik & Harno, 2013).
Batang tanaman kedelai tidak berkayu, berbatang jenis perdu (semak), berambut atau berbulu dengan struktur bulu yang beragam, berbentuk bulat, bewarna hijau, dan panjangnya bervariasi antara 30-100 cm. Batang tanaman kedelai dapat membentuk cabang 3-6 cabang. Percabangan mulai terbentuk atau tumbuh ketika tinggi tanaman sudah mencapai 20 cm. Banyaknya jumlah cabang setiap tanaman bergantung pada varietas dan kepadatan populasi tanaman. Jika kepadatan tanaman rapat, maka cabang yang tumbuh berkurang atau bahkan tidak tumbuh cabang sama sekali (Cahyono, 2010).
Bunga kedelai disebut bunga kupu-kupu dan merupakan bunga sempurna. Bunga kedelai memiliki 5 helai daun mahkota, 1 helai bendera, 2 helai sayap, dan 2 helai tunas. Benang sarinya ada 10 buah, 9 buah diantaranya bersatu pada bagian pangkal membentuk seludang yang mengelilingi putik. Benang sari kesepuluh terpisah pada bagian pangkalnya, seolah-olah penutup seludang.  Bunga  tumbuh diketiak daun membentuk rangkaian bunga terdiri atas 3 sampai 15 buah bunga pada tiap tangkainya (Muchtadi, 2010).
Jarak daun  ke delai selang-seling, memiliki 3 buah daun (triofoliate), jarang memiliki 5 lembar daun, petiola berbentuk panjang menyempit dan slinder stipulanya terbentuk panjang menyempit dan slinder, stipulanya terbentuk lanseotlat kecil, dan stipel kecil lembaran daun berbentuk oval menyirip, biasanya palea bewarna hijau dan pangkal berbentuk bulat. Ujung daun biasanya tajam atau tumpul, lembaran daun samping sering agak miring, dan sebagian besar kultivar menjatuhkan daunnya ketika buah polong mulai matang (Septiatin, 2012).
Kedelai sebagian besar tumbuh didaerah yang beriklim tropis dan subtropis. Kedelai dapat tumbuh baik ditempat yang berhawa panas, ditempat– tempat yang terbuka dan bercurah hujan 100 – 400 mm per bulan. Sedangkan untuk mendapatkan hasil yang optimal, tanaman kedelai membutuhkan curah hujan antara 100-200 mm/bulan (Septiatin, 2012).
Kondisi tanah yang baik untuk tanaman kedelai adalah tanah yang lembab. Oleh karena itu, diperlukan pengairan yang teratur untuk menjaga kelembaban tanah tersebut. Kekeringan pada masa pertumbuhan vegetatif (masa belum berbunga) mengakibatkan tanaman kerdil. Bila kekeringan terjadi pada saat bebunga atau pengisian polong, maka hasil dapat menurun. Jadi, secara umum tanaman kedelai harus diberi pengairan/disiram sebanyak 3-4 kali selama priode pertumbuhannya,yaitu sebelum berbunga, saat berbunga, dan saat pengisian polong. Pengairan hendaknya diberikan sampai ke daerah perakaran tanaman. Lamanya penggenangan cukup 10-13 menit. Setelah itu, air dikeluarkan kembalu dari petakan (Muchtadi,2010).
Kacang kedelai dengan ukuran kecil sangat baik ditanam dilahan pada ketinggian 0,5 sampai 300 meter diatas permukaan laut. Sementara itu, kacang kedelai dengan ukuran biji lebih besar jauh lebih baik ditanam diketinggian mulai dari 300 sampai 500 meter diatas permukaan laut (Prabowo,2013).
Selama pertumbuhan tanaman, kebutuhan air untuk tanaman kedelai sekitar 350 – 550 mm. Kekurangan atau kelebihan air akan berpengaruh terhadap produksi kedelai. Untuk mengurangi pengaruh terhadap produksi kedelai. Oleh karena itu, untuk mengurangi pengaruh negatif dari kelebihan air, dianjurkan untuk membuat saluran drainase sehingga jumlah air lebih dapat diatur dan dapat terbagi secara merata. Ketersediaan air tersebut bisa berasal dari saluran irigasi atau dari curah hujan yang turun. Tumbuhan kedelai yang memerlukan curahan air yang banyak atau kelembapan tanah yang cukup tinggi (Sarwanto, 2008).
Kedelai dipupuk dengan cara sebagai berikut : 100Kg TSP diberikan bersamaan dengan waktu tanam. Lantas menyusul Urea 75 Kg yang diberikn dua kali, yakni pertama 35 Kg diberikan bersamaan dengan waktu tanam. Sisanya diberikan setelah masa penyiangan kedua (sebelum berbunga) atau setelah 25 hari. Dan bisa pula setelah tanaman berbunga yakni ketika berusia 40 hari (Linga, 2012)
Menurut (Kastono & Dody, 2008), salah satu usaha untuk meningkatkan produksi kedelai adalah dengan pemupukan dan pengendalian hama kedelai. Sebagai tanaman semusim, kedelai menyerap N, P, dan K dalam jumlah relatif besar. Untuk mendapatkan tingkat hasil kedelai yang tinggi diperlukan hara mineral dalam jumlah yang cukup dan seimbang. Untuk mencukupi kebutuhan hara tanaman, selain pemberian pupuk anorganik juga diperlukan tambahan pupuk organik. Salah satu alternatif sebagai sumber bahan organik yang potensial adalah gulma siam (Chromolaena odorata). Kegagalan pengendalian sering terjadi yang umumnya petani mengartikan pengendalian hama sama dengan penggunaan pestisida. Bila tanaman kedelai diserang hama, petani akan langsung menggunakan pestisida untuk mengendalikannya. Sering terjadi pula bila di lahannya terdapat banyak serangga, langsung disemprot tanpa diketahui apakah serangga tersebut merugikan atau menguntungkan. Hal ini banyak dilakukan karena khawatir akan timbul serangan hama yang lebih besar yang dapat menggagalkan panen. Bila hal ini terjadi terus menerus akan mengakibatkan ketahanan hama terhadap penyakit, timbulnya resurjensi hama, dan letusan hama kedua.
Temperatur yang dibutuhkan tanaman kedelai sangat sesuai untuk pertumbuhan tanaman kedelai berkisar antara 25°C - 28°C. Akan tetapi, tanaman kedelai masih bisa tumbuh baik dan produksinya masih tinggi pada suhu udara  diatas, dan tanaman masih toleran pada suhu 35°C hingga 38°C (Cahyono, 2007).






3.1 Bahan dan Alat yang Digunakan Praktikum
3.1.1 Alat                                                      
No.
Gambar dan Nama Alat
Kegunaan pada praktikum
1.
Cangkul
Sebagai alat untuk menggali dan mengolah lahan.
2.
Meteran atau Meter Roll
Sebagai alat untuk mengukur luas lahan yang akan digunakan untuk lahan tanam.
3.
Gembor
Sebagai wadah untuk menampung air dan menyiram tanaman kacang kedelai.



4.
Mistar/penggaris
Sebagai alat untuk mengukur tinggi dari pertumbuhan tanaman kacang kedelai.
5.
Tali Rafia
Sebagai pembatas luas lahan tanam dan sebagai bahan untuk membuat cablak.
6.
Timbangan Analitik
Sebagai alat untuk menimbang berat atau bobot per sampel dari tanaman kacang kedelai.

7.

Timbangan Duduk

Sebagai alat untuk menimbang berat atau bobot keseluruhan atau per sampel dari tanaman kacang kedelai.




8
Tugal
Untuk membuat membuat lubang tanam kacang kedelai.




(Tabel 1.Alat)
No.
Gambar dan Nama Bahan
Jumlah/Berat bahan
Manfaat dalam Praktikum
1.
Benih Kacang Kedelai
Dua benih perlubang tanam. Ada 100 lubang tanam, jadi seluruh jumlah benih ada 200 benih.
Sebagai benih yang akan ditanam menghasilkan tanaman kacang kedelai
2.
Furadan 3G
5-7 butir untuk satu lubang tanam.
Untuk melindungi benih dari serangan hama.
3.
Pupuk Urea
30 gr pupuk pertama dan 60 gr untuk pupuk kedua.
Sebagai pupuk untuk menunjang pertumbuhan kacang kedelai.
4.
Pupuk KCl
45 gr
Sebagai pupuk untuk menunjang pertumbuhan kacang kedelai.
5.
Pupuk SP 36

60 gr
Sebagai pupuk untuk menunjang  kacang kedelai untuk menghasilkan buah banyak.
7.
Air
Secukupnya.
Sebagai menunjang pertumbuhan kacang kedelai
(Tabel 2.Bahan)

3. 2  Cara Kerja

3.2.1 membuat Alat Bantu Jarak Tanam (Cablak)

1.      Menyiapkan 1 utas tali rafiaa warna biru sepanjang 3,5 meter dan 2 utas rafia warna merahsepanjang 2,5 meter. Kedua tali tersebut akan menjadi tali utamanya. Utas 3m x 2m, sisa 0,5 m adalah tali yang dilebihkan untuk pemgikat ajir pada kedua ujung, masing masing 25 cm.
2.      Menyiapkan potongan tali rafia sepanjang 15 cm. Warna tali rafia yang berbeda dari tali yang digunakan pada nomer 1 akan lebih baik. Tali kecil ini berfungsi sebagai tali penanda jarak tanam. Bisa juga digunakan markel yang lain (misal spido permanaen atau tip ex).
3.      Mengukur dari kedua ujung tai utama jarak 10 cm, memberi penanda dengan spidol (digunakan untuk pengikat ajir). Kemudian menyesuaikan jarak tanam dari komoditi yang ditanam, memberi tanda dengan menggunakan spidol hingga selesai di ujung tali. Pada simpul pertama berjarak setengah jarak tanam dimana untuk jarak tanam dapat dilihat pada tabel dibawa ini untuk jarak tanam pada masing – masing komoditi:
Jenis Komoditi
Jarak Tanam
Jagung
40 cm x 30 cm
Kacang Tanah
20 cm x 30 cm
Kacang Kedelai
20 cm x 30 cm
Kacang Hijau
20 cm x 30 cm
Padi Gogo
20 cm x 20 cm

4.      Setelah diberi tanda, kemudian tali rafia dibuat simpul sebagai penanda jarak tanam.

3.2.2  Menghitung Kebutuhan Benih dan Mempersiapkan Benih

1.      Menggambil benih yang akan ditanam, membersihkan benih dari kotoran, debu, biji lain dsb.
2.      Memilih benih yang masih utuh, yang dimana tidak berlubang dan tidak berjamur
3.      Menghitung jumlah benih (sesuai yang ditanam) yang dibutuhkan pada setiap petakan dengan 2 benih setiap lubang.

3.2.3  Menghitung Dosis Pupuk

1.      Dosis penggunaan pupuk pada lahan yang digunakan bisa menggunakan rumus berikut:
Kebutuhan pupuk Dosis Pupuk per Hektar
2.      Menghitung dosis pupuk Urea, SP-36, dan KCL pada lahan yang digunakan dengan jenis komoditi yang ditanam yang dimana dapat dilihat pada tabel di bawah:

Tanaman
Dosis Setiap Jenis Pupuk (kg/ha)
Urea
SP 36
KCL
Pertama:
Saat tanam
Kedua : 15 hari setelah tanam
Jagung
50
150
100
100
Kacang Tanah
50
100
100
100
Kacang Hijau
50
100
100
75
Kacang Kedelai
50
100
100
75
Padi Gonggo
50
150
150
75

(Tabel 3.Dosis Pupuk)

3.2.4  Cara Kerja Saat Penanaman

1.      Membuat Lubang Tanam:
·         Membersihkan petakan dari gulma yang tumbuh
·         Menentukan letak lubang tanam pertama berdasarkan jarak yang akan diaplikasikan, dengan menetapkan letak tanaman sudut dengan setengah jarak tanam.
·         Meletakkan tali cablak menggunakan ukuran 2,5 meter yang dimana telah disiapkan sebelumnya pada kedua sisi lahan yang ditanam. Kemudian mengikatnya pada kedua bagian ujung ajir.
·         Pada tali cablak dengan ukuran 3,5 meter digunakan untuk bantuan/panduan dalam menugal yang direntangkan dengan arah tegak lurus pada tali pertama.
·         Membuat lubang tanam dengan kedalaman 5 -7 cm yang sesuai dengan jarak tanam dengan menggunakan tugal tatap pada simpul talijarak tanamnya.
2.      Menanam dan melakukan pempukan dasar:
·         Memasukkan Furadan 3G sekitar 10 butir per lubang tanam
·         Memasukkan benih sebanyak 2 butir pada setiap lubang tanam
·         Setelahnya meyelesaikan barisan pertama, kemudian memindahkan tali cablaknya 3,5 m pada tanda jarak tanam yang berikutnya.
·         Melakukan pemupukan dasar (dengan campuran Urea, SP-36 dan KCL) dengan membuat alur pemupukan terlebih dahulu dengan berjarak 10 cm sejajar dengan barisan tanaman, kemudian menaburkannya pada alur tadi lalu menimbunnya.
·         Menutup lubang tanam dengan tanah yang remah
·         Melakukan pengairan dengan menyiram setiap alur lubang tanam hingga tananya cukup basah.
·         Kemudian membuat label nama, NPM dan Shift praktikum pada petakan yang di tanam dengan menggunakan bahan map plastik yang berukuran 30 cm x 15 cm.

3.2.5  Mengukur Daya Tumbuhan Tanaman

1.      Melakukan pengamatan secara umum terhadap semua tanaman di seluruh petakan yang meliputi:
·         Daya tumbuhan tanaman, dengan cara menghitung jumlah benih yang menumbuh di seluruh petakan dan membandingkannya degan jumlah benih yang ditanam.
Daya Tumbuhan =  x 100%
·         Mengamatan tipe perkencambahan, pada posisi endosperm kecambah kemudian menggambarnya sesuai degan posisi endosperm terhadap akar dan batang dari setiap jenis tanaman khususnya komoditi jagung. Mengamatai apakah endosperm muncul ke atas permukaan tanah atau tetap berada di dalam tanah.
·         Mengamati populasi tumbuh tanaman:
Populasi Tanaman =
2.      Membuat diagram tanaman pada petakan tanaman jagung.
3.      Membuat nomor urut 1 dsb. dan tidak termasuk tanaman pinggir.
4.      Membuat kocokan arisan, dimana untuk menentukan sampel yang di teliti.
5.      Pengambilan dilakukan secara bertahap.
6.      Kemudian meletakkan sample kedalam papan yang dimana nanti akan diletakkan di samping tanam sebagai penanda sampel yang diamati.

3.2.6  Mengamati Pertumbuhan Vegetatif Tanaman dan Pegendalian OPT

1.      Pengamatan pertumbuhan tanaman
·         Melakukan pengamatan pengembangan generatif tanaman saat tanaman memasuki fase generatif.
·         Mengamati pertumbuhan variabel pada minggu ke-6, 7,8 dan saat panen. Pada komoditi kacang kedelai dilakukan pengamatan terhadap tinggi batang, jumlah daun, jumlah cabang, bobot segar tanaman, serta luas daun.
·         Pada pengukuran luas daun pada kacang kedelai dilakukan dengan Metode Gravimetri. Langkah-langkah perhitungan sebagai berikut :
a.       1 helai kertas diambil dan diukur luasnya......(A)
b.      Kertas tersebut ditimbang dan dicatat beratnya......(B)
c.       Sampel daun diambil pada 1 tanaman yang akan diukur luasnya, replika setiap daun digambar pada selembar kertas. Ditimbang dan dicatat beratnya......(c)
d.      Luas daun per tanaman (cm2)


2.      Pengamatan pengendalia OPT
·         Mengamati jenis gulma yang tumbuh (gulma daun lebar dan gulma daun sempit).
·         Melakukan pengendalian gulma secara manual dengan cara mencabuti atau menggunakan sumpit/arit semua gulma yang tumbuh pada petakan dan sekitar petakan, gulma yang telah di cabuti kemudian dikumpul dan dibung jauh dari petakan tanaman.
·         Mengamati gejala dan kelainan yang terdapat pada tanaman yang disebabkan oleh hama atau penyakit.
·         Melakukan pengendalian pada OPT. Saat pengendalain hama masih terbilang aman dilakukan secara mekanik dengan cara menangkap dan membunuh hama yang menggangu tanaman. Bila hama tidak terkendali maka menggunakan pestisida sesuai kebutuhan.

3.2.7  Teknik Pengamatan dan Metode Analisis Pertumbuhan Tanaman

1.      Mengamati 1 contoh tanam sebagai objek pengamatan. Melakukan pengukuran terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah cabang, luas daun, dan bobot segar tanaman dengan melakukan:
·         Mengamati tinggi total tanaman dengan mengukur panjang tanaman dari pangkal batang ke ujung daun terjau dari pangkal batang.
·         Pengukuran diameter batangdiukur di sisibatang yang berukuranmaksimum. Pengukurandilakukandenganmenggunakanjangkasorong.
·         Mengukurluasdaun
·         Menimbanghasil per tanamandengancaramenimbangsemuabagiantanaman.
2.      Mencatat hasil pengamatan dalam suatu tabel yang sistematis.
3.      Melakukan perhitungan analisis pertumbuhan tanaman dengan menggunakan rumus:
NPA = bobot bagian tanaman diatas permukaan tanah (tajuk)/bobot tanaman di bawah permukaan tanah (akar).
4.      Mencatat hasil perhitungan analisis pertumbuhan secara sistematis dan rapi.

3.2.8  Panen

1.      Melakukan pemanenan bagian vegetatif dan bagian ekonomis tanaman yang sudah menunjukkan tanda-tanda siap panen atau sudah saatnya waktu panen.
2.      Melakukan pengukuran:
·         Menimbang berat segar batang, daun, dan akar per tanaman sample dengan timbangan duduk.
·         Menimbang bagian ekonomis dengan menggunakan timbangan duduk.
·         Menimbang seluruh hasil panen per petak dengan menggunakan timbangan duduk



BAB IVHASIL DAN PEMBAHASAN


4.1              Hasil

Dari kegiatan praktikum yang dilakukan didapatkan hasil rata-rata


Sampel
Variable

Tinggi Tanaman

Jumlah Daun

Jumlah Cabang
1
2
3
4
5
1
2
3
4
5
1
2
3
4
5
1
44,5
56
58
59
59
17
28
20
20
14
3
4
4
3
5
2
44
58,5
62
63
63
8
10
10
10
7
0
0
0
0
0
3
44,5
48
58
58
58
23
25
24
24
14
3
5
5
4
5
4
45
50,5
54
55,5
55.5
9
12
12
10
11
0
1
2
1
2
5
50
61
60
61
61
7
7
8
7
7
0
0
0
0
1
6
48
52
64
64
64
26
27
28
26
26
5
5
5
5
5
7
42,5
43
40
41
41
10
9
17
8
8
0
1
1
0
2
8
54,5
64
65
65
65
16
19
19
17
18
3
3
4
4
4
9
42
45
41
41
41
13
15
12
11
11
2
2
1
1
2
10
15
23
26
27
27
4
5
6
6
14
0
0
0
0
0

No

Keterangan
1

2
Gambar Kecambah

3

1
Keterangan Gambar
1.      Cabang induk
2.      Anak daun
3.      Cabang anak daun
Tipe Perkecambahan
Epigeal

Perhitungan Daya Tumbuh
Daya Tumbuh= 100%
Daya Tumbuh=       56× 100%
100
 =    56 %
Persen Daya Tumbuh=  56 %
3
Denah Penentuan Sampel
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
1
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42
43
44
45
46
47
48
49
50
51
52
53
54
55
56
57
58
59
60
61
62
63
64
65
66
67
68
69
70
71
72
73
74
75
76
77
78
79
80
81
82
83
84
85
86
87
88
89
90
91
92
93
94
95
96
97
98
99
100
Keterangan:
Sampel 1 kolom 73
Sampel 2 kolom 65
Sampel 3 kolom 79
Sampel 4 kolom 59
Sampel 5 kolom 74
Sampel 6 kolom 48
Sampel 7 kolom 47
Sampel 8 kolom 55
Sampel 9 kolom 45
Sampel 10 kolom 46

(Tabel 9.Daya Tumbuh)

Sampel
Minggu 1
Minggu 2
Minggu 3
Minggu 4
Minggu 5 (panen)
Rata-rata
1
44.5
56
58
59
59
55.3
2
44
58.5
62
63
63
58.1
3
44.5
48
58
58
58
53.3
4
45
50.5
54
55.5
55.5
52.1
5
50
61
60
61
61
58.6
6
48
52
64
64
64
58.4
7
42.5
43
40
41
41
41.5
8
54.5
64
65
65
65
62.7
9
42
45
41
41
41
42
10
15
23
26
27
27
23.6
Sampel
Minggu 1
Minggu 2
Minggu 3
Minggu 4
Minggu 5 (panen)
Rata-rata
1
17
28
20
18
14
19.4
2
8
10
10
9
7
8.8
3
23
25
24
16
14
20.4
4
9
12
12
10
11
10.8
5
7
7
8
7
7
7.2
6
26
27
28
26
26
26.6
7
10
9
7
8
8
8.4
8
16
19
19
17
18
17.8
9
13
14
12
11
11
12.2
10
4
5
6
6
7
5.6
(Tabel 6.Jumlah Daun)
Sampel
Minggu 1
Minggu 2
Minggu 3
Minggu 4
Minggu 5 (Penen)
Rata-rata
1
3
4
4
3
5
3.8
2
0
0
0
0
0
0
3
3
5
5
4
5
4.4
4
0
1
2
1
2
1.2
5
0
0
0
0
1
0.2
6
5
5
5
5
5
5
7
0
1
1
0
2
0.8
8
3
2
4
4
4
3.4
9
2
3
1
1
2
1.8
10
0
0
0
0
0
0
(Tabel 7.Jumlah Cabang)

4.1.4 Pengamatan Panen

Sampel
Jumlah
Polong
Bobot
Segar
Tanaman
Luas
Daun
Kehijauan
Daun
Berat
Polong
Diameter
Batang
Bobot
Atas
Bobot
Bawah
NPA
1
35
105
56
47.7
20
0.8
85
8
10.6
2
11
42
29
40.6
10
0.4
32
5
6.4
3
44
130
36
49.8
23
1
117
15
7.8
4
20
80
128
44.9
19
0.5
61
61
8.7
5
18
80
100
44.9
10
0.5
70
7
10
6
46
105
188
49.4
20
0.6
85
9
9.4
7
16
44
57
48.7
5
0.4
39
6
6.5
8
42
110
68
49.8
21
0.7
79
8
9.8
9
15
80
66
46.8
10
0.9
70
7
10
10
0
5
28
41.1
0
0.3
4.5
0.5
9
Rata-
Rata
24.7
78.1
75.6
46.37
13.8
0.61
64.25
12.65
8.82
(Tabel 2.Pengataman Panen)

4.3   Pembahasan 

Pada praktikum Dasar-Dasar Agronomi yaitu Budidaya Tanaman Kacang Kedelai yang telah dilaksanakan kurang lebih selama 2 bulan . Dengan luas lahan 2m x 3m dan jarak tanam 20cm x 30 cm sehingga jumlah lubang tanam 100. Pertama-tama hal yang dilakukan yaitu mengolah lahan yaitu membersihkan lahan dari gulma ataupun benda-benda yang menghalangi lahan tanam dan menggemburkan tanah menggunakan cangkul. Pengolahan ini dilakukan serentak oleh semua shift praktikum Dasar-Dasar Agronomi di lahan percobaan.Pada saat persiapan lahan,dilakukan pengukuran terhadap lahan dengan luas bedengan yaitu 2m x 3m. Dan dibuat tali sebagai pembatasnya,lalu buat juga siring sebagai saluran drainase dari daerah tanam. 

Setelah lahan gembur dan terbebas dari gulma maka dilakukan pembuatan lubang tanam dengan menggunakan kayu/tugal. Usahakan lubang tanam tidak terlalu dalam karena benih kacang kedelai akan mengalami kekurangan oksigen. Saat benih dimasukkan ke dalam lubang tanam ditambahkan sedikit furadan agar benih tidak diserang oleh hama yang ada di dalam tanah. Banyak lubang tanam ada 100 lubang tanam dalam 2m x 3m yang jarak tanam nya 20 cmx 30 cm. Setelah itu maka benih kacang kedelai yang telah disiapkan ditanam atau dimasukkan ke dalam lubang tanam sebanyak 1 biji benih per lubang. Sehingga benih tanam berjumlah 100 biji benih. Setelah itu segera ditutup dengan remahan tanah yang ada. Setelah penanaman selesai maka langsung diberikan penyiraman dengan air secukupnya. 

Setelah penanaman selesai, kemudian dilakukan pemupukan dasar yaitu dengan memberikan pupuk yaitu Urea , KCl dan SP 36. Sebaiknya sebelum diberi pupuk,terlebih dahulu lahan disiram dengan air secukupnya. Penyiraman setelah memberi pupuk dapat melangsungkan terjadinya penguapan dan pupuk akan hilang ataupun menguap ke atmosfer.(Sebagian besar pupuk termasuk bahan yang mudah menguap jika terkena air). 

Pada saat umur tanaman sudah berumur 1 minggu, maka dilakukan penyulaman. Penyulaman adalah penanaman kembali pada lubang tanam yang tidak tumbuh. Setelahitudilakukan pengamatan daya tumbuh benih kacang kedelai yang sudah ditanam. Pada saat dihitung daya tumbuh tanaman, jumlah tanaman yang tumbuh adalah 65 batang dari keseluruhan benih yang ditanam adalah 100 benih. Jadi dapat dihitung kalau daya tumbuh tanaman kacang kedelai yang ditanam adalah 65 %. 

Setelah tanaman berumur beberapa minggu, dilakukan penjarangan. Penjarangan adalah memindahkan batang kacang kedelai yang tumbuh lebihdari 1 batang menjadi 1 batang dalam 1 lubang tanam. Ini dilakukan agar pertumbuhan kacang kedelai dapat maksimal dan tidak terjadi persaingan antara akar tanaman jika dibuat 2 batang dalam satu lubang tanam. Tetapi pada proses penjarangan ini tanaman kedelai di lahan kami tidak di lakukan penjarangan karena sewaktu penanaman kami hanya memberikan 1 benih perlubang sehingga tidak perlu dilakukannya penjarangan. Dan di saat ini juga dilakukan pemupukan Urea yang kedua. Fungsi dari pemupukan ini adalah untuk menunjang dan memicu pertumbuhan kacang kedelai agar kacang kedelai dapat tumbuh dengan baik dan subur. Pupuk urea yang ini dapat memberikan nutrisi kepada tanaman kacang. Mempercepat pertumbuhan tinggi tanaman, memperbanyak jumlah anakan,membuat daun lebih rimbun, dll.Setelah pemupukan, dilakukan juga penentuan sampel tanaman. Sampel tanaman ini fungsinya adalah sebagai sampel yang akan diamati tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah cabang, dan jumlah polong setiap minggunya mulai dari sampel ditentukan. Juga tidak lupa setiap hari tanaman kacang kedelai di siram, kecuali jika turun hujan agar kacang Kedelai dapat tumbuh dengan subur. 

Setelah proses pemupukan dilakukan tanaman kacang kedelai banyak mengalami serangan hama dan pernyakit,,mulai dari semut dan lain sebaginya. Hal ini dapat terjadi karena saat kami melakukan praktikum ini kami tidak menggunaka pestisida untuk mengilangkan hama dan penyakit pada tanaman kami.gambar dibawah ini contoh tanaman yang terserang penyakit. 

Matinya kacang kedelai juga kadang disebabkan penggunaan pupuk yang tidak sesui prosedur yang baik dan benar. 

Setiap minggunya sampel diamati pertumbuhan tinggi, jumlah daun, dan jumlah cabangnya. Pengamatan pertama tinggi tanaman hampir sama rata, tetapi ada tanaman sampel 10 yang paling pendek di antaranya. Jumlah daun juga hampir sama rata, banyaknya jumlah daun tidak tergantung dari tingginya tanaman sampel. 

Pada pengamatan pertama, semua sampel tumbuh tinggi, pada sampel pertama tinggi tanaman 44,5 cm dengan jumlah daun 17 daun dan jumlah cabang 3. Pada sampel 2 tinggi tanaman 44 cm dengan jumlah daun 8 dan belum memiliki cabang. Di sampel 3 tinggi tanaman 44,5 cm dengan jumlah daun 23 dan jumlah cabang 3. Sampel 4 tinggi tanamannya 45 cm dan jumlah daun 9 daun, di sampel ini belum memilik cabang.Pada sampel 5 tinggi tanaman 50 cm, jumlah daun 7 daun dan sama seperti sampel 4 pada sampel ini tanaman ini belum memiliki cabang.Pada sampel 6 memiliki tinggi 48 cm dengan jumlah daun 26 daun dan memiliki cabang 5 cabang.Sampel 7 memiliki tinggi 42,5 dengan jumlah daun 10 dan tidak memiliki cabang. Tanaman pada sampel 8 memiliki tinggi 54 cm dengan jumlah daun 13 daun dan jumlah cabang 3. Di sampel 9 tinggi tanaman 42 cm jumlah daun 13 dan memiliki 2 cabang. Di sampel 10 ini adalah sampel terkecil dengan tinggi 15 cm dan jumlah daun paling sedikit yaitu 4 daun, sampel ini tidak memiliki cabang. 

Pada pengamatan kedua, semua variabel yang diamati semua bertambah. Mulai dari tinggi tanaman, jumlah daun, dan jumlah cabang. Tanaman yang paling tinggi adalah sampel8 dengan tinggi sampel 64 cm. Dan di pengamatan dua ini tanaman yang paling pendek adalah sampel 10 dengan tinggi 23 cm. Di sampel 1 jumlah daun paling banyak dengan 28 daun. Pada sampel 10 jumlah daunnya paling sedikit dengan 5 daun. Pada pengamatan dua ini ada beberapa sampel yang belum memiliki cabang yaitu pada sampel 2,5, dan 10. Pada pengamatan dua ini, sebagian sampel sudah mulai tumbuh bunga walaupun jumlahnya belum begitu banyak. Pada pengamatan ini juga dilihat jumlah daun semakin banyak.Tetapi kondisi daun semakin burukkarena daunnya banyak yang berlubang karena diserang oleh hama. 

Pada pengamatan ketiga, tinggi tanaman semakin bertambah,jumlah daun semakin banyak dan cabangnya mulai bertambah. Polong sudah mulai tumbuh dan terus bertambah banyak. Di minggu ke tiga ini sampel 8 lah yang tertinggi dengan tinggi 65 cm dan sampel terendah adalah sampel 10 dengan tinggi 26cm. sampel 6 jumlah daunnya yang paling banyak dengan jumlah 28 daun, jumlah daun yang paling sedikit adalah sampel 10 dengan jumlah 6 daun. Di minggu ke tiga ini jumlah cabaang terbanyak ada di sampel 6 dengan jumlah 5 cabang. Tetapi pada sampel 2,5 dan 10 masih belum memiliki cabang. 

Pengamatan empat semua variabel yang diamati masih ada yang bertambah sedikit.. Pada pengamatan ini juga dilihat daun ada yang menguning. Tipe kerusakan ini disebut tipe nekrotik. Ini disebabkan oleh adanya hambatan pertumbuhan sel pada bagian tanaman. Di pengamatan ini jumlah polong sudah bertambah banyak, di sini juga cabang pada sampel 7 sudah rontok/jatuh. 

Setelah pengamatan keempat, maka dilakukan pemanenan tanaman kacang kedelai. Pada saat pemanenan digunakan seluruh sampel. Pada saat panen yang diamati adalah tinggi tanaman yang pertambahannya sudah sangat sedikit, jumlah daun yang pertambahannya hanya sedikit sekali, jumlah polong yang semakin banyak, bobot segar tanaman yang di dapat dengan cara menimbang per sampel utuh dengan akarnya, berat akar yang di dapat dengan menimbang akar yang sudah dipotong, berat tajuk yang di dapat dengan menimbang bagian tanaman selain akar, dan mengukur luas daun dengan teori gravimetri. Pada saat pemanenan jumlah polong terbanyak ada di sampel 6 dengan banyak 46 polong dan jumlah polong yang paling sedikit ada di sampel 2 yaitu sebanyak 11 polong, di proses ini juga ada sampel yang tidak memiliki polong yaitu pada sampel 10. Dari keseluruhan sampel yang digunakan, sampel 8 adalah sampel yang paling tinggi, jumlah daunnya paling banyak, bobot segarnya paling besar. Berdasarkan perhitungan kehijauan daun sampel 3 dan 8 lah yang tingkat kehijauannya paling tinggi yaitu sebesar 49,8. Sedangkan untuk berat polong yang paling besar yaitu pada sampel 3 yaitus ebesar 23 gram. 

Setelah dimasukkan ke dalam grafik, pertumbuhan sampel tiap minggunya grafiknya naik, berarti pertumbuhan tanaman bertambah tiap minggunya,berbeda dengan pertambahan cabang dan jumlah daun. Setelah di masukkan kedalam grafik jumlah daun dan cabangnya berbed abeda (naik-turun) ini di sebabkan karena adanya daun atau cabang yang mengalami kerontokkan akibat sudah tua, angin, tersentuh/senggol saat melakukan pengamatan dan juga karena penyakit/hama yang dapa tmerusak tanaman.

BAB VPENUTUP

5.1 Kesimpulan

Pertumbuhan dan perkembangan tanaman kacang kedelai harus dimulai dari persiapan lahan agar tanah tempat budidaya terbebas dari gulma dan hama yang dapat mengganggu tumbuh kembangnya tanaman kacang kedelai dan untuk menggemburkan lahan agar pada saat penanaman tanah tidak keras untuk ditanami benih kedelai, pengatur jarak tanam digunakan untuk mengurangi persaingan antar tumbuhan untuk mendapatkan zat hara dari tanah, penanaman dilakukan dengan membuat lubang yang tidak terlalu dalam sehingga benih tidak kekurangan oksigen dan juga ditambahkan anti serangga agar benih tidak diserang oleh serangga, pemupukan dilakukan setelah penanaman selesai dan fungsi dari pemupukan adalah untuk memacu pertumbuhan dari kacang kedelai, perawatan dilakukan mulai dari pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman dan penyiraman secara rutin kalau hujan tidak turun, sampai pada pemanenan yang dilakukan dengan memilih tanaman yang memang sudah siap untuk dipanen agar kualitas hasil panen tidak mengecewakan.

5.2 Saran

  • Sebaiknya pada praktikum Dasar-Dasar Agronomi ini, tanaman yang akan ditanam harus sesuai dengan keadaan tanah yang ada di lahan percoban. Sehingga pada saat percobaan tanaman tidak banyak kendala dan mengurangi tingkat kegagalan yang tinggi 
  • Sebaiknya panen pada kedelai itu berkisaran 3 bulan sehingga mendapatkan hasil biji polongnya yang sudah tumbuh dengan sempurna.


DAFTAR PUSTAKA

Adisarwanto. (2010). Strategi Peningkatan Produksi Kedelai Sebagai Upaya Untuk Memenuhi Kebutuhan Di Dalam Negeri Dan Mengurangi Impor (Vol. 3(4):319-331). Jakarta.

Cahyono. (2010). Petunjuk Praktis Menanam Kedelai. Bandung: Nuansa.

Chaniago. (2011). Teknologi Budidaya Tanaman Pangan. Medan: Fakultas Pertanian Universitas Islam Sumatera Utara.

Darman. (2008). Bercocok Tanam Kedelai. Gedung Johor.Medan: Departemen Pertanian Balai Informasi Pertanian.

Kastono, & Dody. (2008). Tanggapan Pertumbuhan dan Hasil Kedelai Hitam Terhaap Penggunaan Pupuk Organik dan Biopestisida Gulma Siam (Chromolaena odorata). Jurnal Ilmu Pertanian , 12, 103-106.

Linga. (2012). Petunjuk Penggunaan Pupuk. Jakarta: Penebar Swadaya.

Malik, & Harno. (2013, May 28). Morfologi Dan Botani Tanaman Kedelai. Diambil kembali dari harnoblog.blog -spot.com.

Muchtadi. (2010). Kedelai Komponen Untuk Kesehatan. Bandung: Alfabeta.

Prabowo. (2013). Dasar-Dasar Agronomi. Jakarta: Pt Raja Grafindo .

Sarwanto. (2008). Budidaya Kedelai Tropika. Jakarta: Penebar Swadaya.

Septiatin. (2012). Meningkatkan Produksi Kedelai di Lahan Kering, Sawah, dan Pasang Surut. Bandung: CV. Yrama Widya.

Sukmawati. (2013). Respon Tanaman Kedelai Terhadapa Pemberian Pupuk Organik Inokulasi FMA dan Variestas Kedelai di Tanah Pasiran (Vol. 7). Riau: Universitas Nahdatul Wathan Mataram.

Suprapti. (2008). Budidaya Kacang Kacangan. Yogyakarta: Kanisius.

Winarsi. (2010). Protein Kedelai Dan Kecambah. Yogyakarta: Kanisius.

Komentar